Hand made post cards

Setelah salah satu anak saya sekolah SD, kesukaan saya berkirim surat dan kartu pos muncul kembali. Di sekolah, anak-anak menulis dan mengirim kartu pos untuk guru dan orang tua di rumah saat mendekati libur musim panas. Di rumah, saya membantu Fatih untuk mengirim kartu pos untuk gurunya juga. Akhir-akhir ini, kami berkirim kartu pos untuk keluarga di Indonesia. Mengirimkan kartu pos memberikan kesenangan sendiri dari sekedar mengirim pesan elektronik.

11549754-8110-4DC5-8F99-44A33DC0EF18.jpeg

 

Advertisements
Posted in ikoma, school | Leave a comment

Penegakan diagnostik super rasional

Sebelum membawa keluarga ke Jepang, rasanya hanya tahu sebatas permukaan saja tentang kehidupan di Jepang, termasuk masalah kesehatan. Setelah keluarga datang, ada banyak hal yang perlu diurus, terutama masalah anak-anak. Nah, kali ini masalah pergi ke dokter.

Sakit mata

Biasanya, kalau sakit mata merah, saya akan cepat mengoleskan salep mata kloramfenikol (erlamycetin) sebelum tidur. Kali ini pun begitu saat Fatih, anak sulung saya matanya sangat merah. Ditambah lagi dengan perban dan plester agar tidak dikucek-kucek. Setelah rutin pemberian, 2 hari kemudian matanya sudah membaik. Selang beberapa hari, matanya agak merah dan seperti ada selaput putih di sudut mata. Saya pun takut ini masalah lain. Akhirnya saya membawanya ke dokter mata (Shimada eye clinic, Clinic Mall Tomigaoka).

Di dokter mata, matanya sudah tidak merah, tetapi bagian dalam kelopak matanya masih memerah. Karena disertai pilek juga, dokter menyimpulkan konjungtivitis karena alergi. Untuk itu Fatih dapat obat tetes mata untuk alergi.

Dua hari kemudian, Nuria yang merah matanya. Karena dia tidak mau langsung saya kasih salep mata, akhirnya keesokan harinya saya bawa dia ke dokter mata yang sama. Lain Fatih, lain Nuria. Melihat mata yang merah, dokter mencurigai konjungtivitis karena infeksi bakteri atau virus. Kalau infeksi virus, itu lebih parah tingkatannya. Untuk menentukan ini, Nuria diberi tetes mata yang mengandung  anestesi, lalu mata Nuria diusap dengan cotton bud untuk pengujian. Hasilnya, infeksi adenovirus negatif. Jadi dokter meresepkan tetes mata antibiotik. Sebelum jelas kalau itu bukan infeksi virus, dokter sudah melakukan pencegahan penularan dengan mengisolasi pasien dan memakai sarung tangan khusus…

Ternyata sedetail itu dokter mata dalam menentukan pemberian obat.

Pilek dan Batuk

Masih di minggu yang sama, si kakak batuknya tidak sembuh-sembuh dan berisik saat malam, juga susah bernafas dengan nyaman karena hidung tersumbat. Akhirnya saya bawa ke DOI clinic. Karena tidak demam, dokter hanya mencurigai itu batuk pilek biasa. Kalau tidak sembuh dalam beberapa hari-minggu, mungkin karena alergi. Biasanya kalau disertai demam, dokter langsung mencek kira-kira ada infeksi apa? Streptococcus, mycoplasma, influenza, dll, tergantung yang lagi musim saat itu. Dengan demikian, penegakan diagnosa penyakit infeksi bisa dilakukan lebih awal. Tidak perlu menunggu 3 hari untuk melihat infeksi bakteri untuk bisa memberikan antibiotik. Di sinilah hebatnya karena berbagai macam kit diagnostik sudah tersedia.

Kemudian, untuk penanganan batuk pilek, fatih mendapatkan nebulizer. Selain itu, ingusnya disedot dengan menggunakan selang yang divakuum (ini seperti metode orang jaman dulu yang mengisap ingus bayi, yang pernah saya lakukan juga). Banyak sekali ingus/ lendir yang keluar…

Influenza

Influenza berarti infeksi yang disebabkan virus influenza, bukan pilek biasa. Kalau pilek biasa, di sini menyebutnya common cold atau kaze. Salah kaprah di Indonesia..

Influenza merupakan salah satu penyakit yang ditakuti saat musim dingin. Karena gejalanya sangat parah dan sangat menular. Saya sendiri sudah pernah influenza. Jadi orang yang influenza biasanya tidak boleh masuk, sampai beberapa hari setelah panasnya turun. Gejalanya di antaranya demam tinggi beberapa hari (1-3 hari) tidak mempan dikasih penurun panas; pilek atau batuk yang menyertai tidak selalu ada, lemas seluruh badan dan rasa sakit di sekitar lutut ke bawah.

Untuk penegakan diagnosa, tentu dengan kit yang sudah saya sebutkan tadi. Kit untuk deteksi pun khusus untuk jenis virus influenza yang berbeda. Penanganan untuk influenza harus cepat, karena kalau sudah lewat 2 hari, pemberian antivirus sudah tidak membantu. Tapi untuk menghindari negatif palsu, biasanya dokter mencek setelah demam 24-48 jam.

Dengan adanya kit diagnostik semacam ini, pemberian antibiotik dan antivirus bisa lebih tepat sasaran (bisa disesuaikan dengan jenis bakteri/virusnya) dan dilakukan secepat mungkin.

Posted in Health | Tagged , , , | Leave a comment

Jalur Bis ke Dokter Anak: DOI Clinic, Minami Tawara

79459C8A-2E55-4A7A-8F33-95D1379170E1E5DCF7CB-900A-4DE4-BAFE-25CF3C2A8441Dari NAIST, naik bis ke Gakken Kita Ikoma, lalu lanjut ke arah Ikoma (pintu utara, kita guchi) no bis 188/188, turun di Minami Tawara.

Waktu yang paling enak, dari depan NAIST naik bis pukul 9:20 am. Sampai di depan Gakken Kita Ikoma, naik bis 188, pukul 9:40 am. Halte bisnya terletak di seberang Gyomu Supa, sedang DOI clinic berada diagonal dari Gyomu Supa, jadi harus menyeberang dulu. Jam 10 sudah sampai DOI clinic.

79459C8A-2E55-4A7A-8F33-95D1379170E1

Jadwal bis dari Minami Tawara ke Ikoma Eki.

Untuk jalur pulangnya, dari halte yang sama, menuju ke arah Ikoma, dari Ikoma naik kereta sampai Gakken Kita Ikoma.

Itu jalur hemat kalau tidak naik taksi dan sakitnya anak tidak parah-parah banget, hanya batuk pilek.

Posted in Health, ikoma | Tagged , , , | Leave a comment

Belajar hidup mandiri di Jepang

Jepang itu negara yang asyik buat jalan-jalan, bagi yang punya banyak uang tentunya, karena di sini apa-apa mahal. Beras dan sayur sama mahalnya dengan harga ikan dan daging, tapi itu yang membuat petani tetap hidup makmur di jepang. Transportasi juga termasuk mahal. Ongkos naik bis umum semahal ongkos taksi di Indonesia.

Hidup di Jepang perlu fisik yang kuat karena orang Jepang harus terbiasa hidup mandiri. Dari kecil sudah dilatih berjalan kaki. Anak-anak SD harus mulai jalan sendiri, meski harus berjalan 30 menit ke sekolah. Setiap tenaga dihargai. Upah segala profesi dipertimbangkan harga per jam nya. Meski hanya pekerjaan kasar, ada biaya upah per jam yang sangat manusiawi. Oleh karena itu, orang jepang rata-rata tidak punya pembantu di rumah. Karena upahnya juga sangat mahal. Kalau upah pembantu di Indonesia 1 juta per bulan, di Jepang 20 juta per bulan. Makanya orang Jepang harus kuat untuk bisa mengurus keluarga tanpa pembantu. Istri banyak yang tinggal di rumah, ibu rumah tangga, atau pekerja paruh waktu. Setelah anak-anak masuk SD dan mulai bisa mandiri, baru mereka mulai memikirkan untuk mencari kerja lagi.

Pekerja di kantor juga sudah terbiasa lembur. Sensei di Jepang biasa kerja sampai malam dan tetap masuk meski hari libur.

Waktu sekolah TK adalah waktu menikmati masa kecil. Anak-anak bebas bermain, meski dilatih mandiri untuk ke toilet, makan sendiri, gosok gigi, dan budaya Jepang. Tetapi setelah masuk SD, mereka harus mulai belajar bersih-bersih sekolah saat jam istirahat siang, membantu menyiapkan makan siang di sekolah, dan mengerjakan PR setiap hari. Semakin tinggi tingkatnya, semakin banyak PR.

Anak sekolah SMP, mulai ada pelajaran les tambahan setelah sekolah, yang biayanya cukup mahal. Selain itu juga ada kegiatan ekstrakurikuler. Setelah SMA, pelajaran semakin berat. Anak-anak harus belajar giat karena ujian masuk universitas sangat berat. Untuk masuk SMA yang bagus, sebagai persiapan masuk universitas, biayanya sangat mahal. Biasanya orang Jepang tidak punya banyak anak karena ingin yang terbaik buat anaknya sedangkan biaya sekolah lanjutannya sangat mahal. Meskipun demikian, untuk orang yang tidak mampu, mendapat subsidi dari pemerintah untuk bersekolah.

Orang luar yang tidak dibesarkan di Jepang butuh waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan Jepang yang sangat melelahkan. Jepang itu memang menyenangkan untuk jalan-jalan, tapi tidak untuk tinggal lama-lama…

Tapi harus diperhatikan, di rumah makan atau warung makan di jepang, seringkali pembeli harus meletakkan piring kotor ke tempat yang disediakan dan merapikan mejanya sendiri. Di dalam bis, harus membayar dengan uang pas atau membeli tiket sendiri. Bis tidak bisa berhenti di sembarang tempat, jadi seringkali harus berjalan jauh untuk sampai ke tempat tujuan. Tidak ada angkutan umum yang bisa berhenti di mana saja, ojek juga tidak ada. Di dalam angkutan umum tidak boleh berisik, telfon genggam harus di silent, tidak boleh menerima telfon. Budaya antri juga sangat tertib. Saat mengantri di kasir, mau masuk angkutan umum, juga saat naik eskalator. Di eskalator juga tidak boleh berdiri sembarangan. Ada jalur untuk orang berjalan dan jalur untuk orang yang tidak mau jalan. Ya, ya,.. banyak sekali aturan di Jepang, meskipun orang Jepang tidak mempermasalahkan penggunaan tangan kanan/kiri untuk makan/minum/menulis/ memberikan sesuatu ke orang lain,… tidak ada ajaran untuk cebok dengan air atau tisu untuk anak laki-laki setelah buang air kecil, .. juga tidak mempermasalahkan bersuara keras saat menyeruput kuah mie ramen atau udon.

Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Halal Miso

IMG_5853.JPGHalal Hikari miso, bisa dibeli di Amazon. Saya suka miso, juga anak-anak. Di sekolah seringkali menunya miso, saya jadi lebih bersemangat membuat sup miso/ miso shiru di rumah. Campurannya wakame/rumput laut, sayuran kering, dan tofu.

Apa saja makanan halal yang bisa dibeli di Amazon?

Banyak.

Kalau mau cari yang betul-betul tersertifikasi halal, meski harganya lebih mahal, bisa dicari di Amazon, selain situs penjual makanan halal baticrom, sariraya, halal kobe, etc.

Yang biasa saya beli di Amazon itu mayonnaise. Harganya jauh lebih mahal daripada yang tidak tersertifikasi, tetapi puas dan tenang makannya..

Posted in Halal | Tagged , , , | Leave a comment

Selamat Datang di NAIST

P1120929Nara Institute of Science and Technology (NAIST) terletak di Takayama-cho 8916-5, Ikoma-shi, Nara-ken, 630-0101. Meskipun blog memang bukan situs NAIST, tetapi saya ingin menulis dan berbagi tentang kehidupan di NAIST.

Sebagai wadah komunitas warga Indonesia, di sini ada Indonesia-Naister, yang saat ini beranggotakan sekitar 30-an orang (tetmasuk keluarga dan anak-anak).

Sebagian masih single dan beberapa sudah berkeluarga. Bagi yang sudah berkeluarga, tersedia juga dormi couple dan family. Kelebihan NAIST daripada universitas lainnya, selama masih menjadi mahasiswa reguler, boleh tinggal di dormi yang disediakan NAIST dan bersubsidi, jadi lumayan hemat selain lokasinya masih 1 kompleks dengan NAIST.

Sekolah Anak

Bagi yang membawa anak, ada juga sekolah TK dan SD yang letaknya relatif dekat, 30 menitan berjalan kaki, 15 menitan naik sepeda.

Ada 2 jenis sekolah TK di Jepang. Pertama, yochien. Ini sekolah TK yang mirip dengan TK di Indonesia, relatif formal. Setiap hari bersekolah dari sekitar jam 9-14 siang. Memakai seragam dan membawa bekal setiap hari.

Yang kedua, hoikuen. Yang ini lebih santai, karena selain belajar juga merupakan tempat penitipan anak, jadi tidak perlu seragam setiap hari. Makanan dan minuman juga disediakan oleh sekolah. Meskipun untuk muslim harus membawa bekal sendiri karena makanan halal belum tersedia. Ada jam tidur siang juga. Jam sekolah dari jam 9-18. Sekolah yang kedua ini, khusus untuk anak yang kedua orang tuanya bekerja, bisa full time  atau part time job.

Untuk sekolah SD, semua sama. Yang tinggal di NAIST, biasanya bersekolah di Shinakodai shogakko. Berangkat bersama-sama jam 7:30 dari NAIST. Pulangnya tergantung jadwal. Di sekolah SD, anak-anak juga mendapat makanan, tapi bagi yang muslim, membawa bekal setiap hari.

Kegiatan warga Naister

Kegiatan Indonesia-Naister meliputi: sholat jamaah, tadarusan setiap 2 pekan, welcome party untuk menyambut kedatangan keluarga baru, 17-agustusan, farewell party, buka bersama.

Acara yang diselenggarakan bersama dengan keluarga muslim internasional, meliputi sholat jumat, sholat Id, buka bersama.

Setahun sekali, NAIST menyelenggarakan friendship meeting, warga naister biasanya menyumbang acara (pentas), dan ikut menyediakan makanan halal.

Tempat Sholat

Di NAIST, kami biasanya sholat berjamaah di lobby dormi, sentan guest house, atau di rest room di gedung bio.

Makanan halal

Makanan halal sudah saya bahas di post yang lain. Terkait dengan Naister, biasanya ada yang berjualan bento halal. Hal ini sangat membantu bagi student Naist yang sibuk untuk mendapatkan supply makanan yang bergizi. Tetapi saat ini sedang tidak ada yang berjualan bento, jadi sukarelawan baru yang mau berjualan bento sangat dibutuhkan.

Selain itu, untuk setiap acara, biasanya juga kami menyediakan makanan sendiri.  Setelah saya di sini, saya belajar membuat roti sendiri dan berbagai jenis makanan/masakan yang lain meski masih amatiran dalam memasak.

Belajar bahasa Jepang

Ada kelas bahasa Jepang yang disediakan di Naist (by volunteers), juga kelas di Ikoma. Kelas jepang yang di Ikoma lebih intensif sehingga bisa lebih cepat menguasai bahasa Jepang.

Berbagai kegiatan di NAIST ini sangat diperlukan untuk bersosialisasi sebagai perantau sekaligus mahasiswa yang super sibuk agar bisa seimbang dalam bekerja dan tetap menjaga kewarasan dalam berpikir.

Lain-lain

Selain kegiatan tersebut di atas, ada juga pelatihan menjahit dan merajut di Ikoma, juga acara yang diselenggarakan ikoryu di mana warga Naister biasanya ikut berpartisipasi.

Posted in ikoma, Nara, school | Tagged , , , , | Leave a comment

Ikoma Sanjo Sky-land

What I like about Ikoma Sanjo is its location which relatively close from NAIST, its access by funny cable car, and its amusement park.

Last summer holiday, I went there together with my children, only the three of us. We just tried 2 rides and felt like I was too old to try them both. I was the only one who screamed during the attraction.

How to get there? From Ikoma station, go to Torimae station and take the cable car (360 yen round ticket, 180 yen for kids) to Ikoma Sanjo station. The ticket for 1 ride in the amusement park is about 300-500 yen. The rides are very suitable for kids. The view is also very beautiful, especially during spring and autumn.

IMG_5651The view from cable car.

IMG_5670Swing ride.

IMG_5677Swing ride.

IMG_5683Map of Ikoma Sanjo amusement park.

Posted in ikoma | Tagged , , , | Leave a comment