Halal Ramen Ayam-ya Osaka

Shoyu ramen @ayam-ya, Namba, Osaka:E5B89D9A-F138-452D-ADE1-2495D8F51FF4

Ayam-ya ramen was first opened in Kyoto, then in Osaka. The specialty of ayam-ya ramen is about its soup which made of chicken bones and consome, making it thick and rich of flavor. To order the ramen, we have to pay and print the tickets, so it is better to look the menu at the ticket machine first.

Here are some menus: shoyu ramen, shio ramen (standard or extra-rich, extra rich is recommended), spicy ramen, tsukemen (soup provided separately), mazemen (soulless), additional egg, karaage, chicken rice. There are often no beverages unless water at ramen shop, including at ayam-ya. I do not know the exact reason, but my husband said that the sweet beverages may distract the ramen flavor.

Note: prayer space is also available.

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Langkah-langkah yang harus diketahui sebelum masuk ke toilet di Jepang

1. Ambil sesobek tisu, semprot dengan toilet sterilizer. Bersihkan dudukan toilet. Buang tisu ke dalam toilet.

2. Gunakan toilet. Di sebelah tisu juga terdapat tombol-tombol pilihan untuk menyemprot/mencebok secara otomatis.

3. Guyur/flush toilet dengan cara menekan gagang besi di belakang toilet dengan keras, memencet tombol flush, atau cukup dengan meletakkan tangan di atas sensor. Ada beberapa tipe toilet canggih yang tersedia.

4. Bersihkan lagi toilet seat seperti pada langkah No. 1.

5. Cuci tangan di wastafel (akan menyala dengan sensor tangan).

6. Keringkan tangan dengan tisu atau mesin pengering (tisu yang ini tidak boleh dibuang ke dalam toilet).

Jangan salah pencet, karena ada juga tombol untuk gawat darurat yang akan berbunyi keras sekali kalau dipencet.

Posted in Health | Tagged , | Leave a comment

Mahalnya harga sayur di Jepang

Di Jepang, hasil bumi juga dijual dengan harga yang wajar. Tidak kalah jika dibandingkan harga daging, ikan, atau makanan olahan. Dengan demikian, petani pun bisa hidup makmur dari hasil pertaniannya. Coba tengok harga-harga sayur dan buah di bawah ini (dengan kurs yen sekitar 120), berapa perbandingan harganya dengan produk yang sama di Indonesia?

Apa-apa memang mahal, tetapi inilah prinsip pemerataan agar setiap penduduknya bisa hidup layak. Setiap profesi dihargai dan tidak ada yang merasa lebih tinggi dan meremehkan pekerjaan lainnya.

Ayo maju juga petani Indonesia! Jangan impor terus kalau harga sayur naik, itulah bagaimana agar semua petani juga bisa hidup layak dan dihargai. Terima kasih Pak Petani.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Shikanodai elementary school: parent visit

Sekolah SD di Jepang memberikan kesempatan bagi orang tua untuk menengok aktivitas belajar mengajar di kelas. Dalam 1 tahun, sekitar 3-5 kali saya berkunjung ke SD Shikanodai. Aktivitas lainnya selain belajar di kelas antara lain: menanam pohon, mengamati bintang, pentas seni dan kegiatan olah raga (undokai).

4D4D2D86-80A3-463F-BF07-3AACDF26DEC9

Pada saat saya berkunjung, saat Fatih kelas 2, setiap siswa maju ke depan dan memperkenalkan diri, kemudian menempelkan gambar yang merepresentasikan dirinya di papan tulis, untuk membuat grafik. Belajar matematika menjadi menyenangkan.

25683D16-2ECF-4DA9-B1A7-BCFCFACF937C

SD Shikanodai tampak dari luar gerbang. SD ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dari NAIST dengan berjalan kaki.

769CC65A-A069-4545-8164-A458D0FFAB68

Gedung sekolah. Setiap kelas terdiri dari 3 kelas paralel. Selain bangunan sekolah untuk kelas, SD juga memiliki gedung olah raga, kolam renang dan  lapangan sendiri.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Berkebun di NAIST

122D8230-141A-4D2B-B9F9-5886AF4C55FF

NAIST memiliki fasilitas lahan (greenlab) yang diperuntukkan bagi staf dan mahasiswa untuk berkebun. Untuk mendapatkan hak guna, staf dan mahasiswa harus mengajukan permohonan penggunaan lahan. Lowongan dibuka setiap tahun sekitar bulan Februari melalui e-mail NAIST.

Tahun ini saya mendapatkan akses 1 slot lahan dan mulai menanam sejak bulan April. Staf/mahasiswa yang sudah punya lahan pada tahun sebelumnya bisa meneruskan penggunaan lahannya setelah daftar ulang.

Di sela-sela kesubukan, berkebun merupakan pilihan menyenangkan untuk menghilangkan kejenuhan.

826172F0-7999-4005-ACAA-C3F39F00E6F5

Slot yang ditanami stowberi. Meskipun sudah dipasangi jaring, burung masih juga masuk ke dalam untuk makan stowberi.

 

 

Posted in NAIST | Tagged , , | Leave a comment

Beasiswa Iwatani

Buat yang ingin sekolah di Jepang, atau melanjutkan sekolah (study extension) di Jepang, beasiswa Iwatani merupakan salah satu beasiswa yang boleh dicoba. Dan saya mencobanya karena memang kepepet, karena beasiswa mombusho saya sudah mau habis 😪

Pertama kali melihat pengumuman beasiswa ini (sekitar November, dan deadline bulan Desember), terlihat menyeramkan karena semua dokumen berbahasa jepang dengan kanjinya yang mengerikan, ada 5 formulir yang harus diisi. Selain itu, disebutkan juga bahwa pelamar harus bisa berbahasa Jepang.

Menariknya, kualifikasi kemampuan berbahasa jepang, tidak membutuhkan JLPT (Japanese language proficiency test), tapi cukup penilaian pribadi akan kemampuan berdialog dalam bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari (nihon go de nichi jou). Dari skala 1-5, saya pun melingkari 3. Tidak terlalu jelek, tapi mahir pun tidak… 😬

Ini yang membuat saya akhirnya memberanikan diri dalam melanjutkan perjuangan untuk mengisi aplikasi. Semangat!

Saya translate dokumennya dan berusaha untuk mengisi. Form no.1 harus ditulis sendiri, saya pun menulis tangan. Untungnya form 2-4 boleh pakai komputer. Form 5, rekomendasi dari Sensei/ supervisor. Alhamdulillah ada staf gakuseika yang membantu mengoreksi juga. Tidak lupa saya juga minta bantuan Sensei-Sensei. Terakhir sekali, Sensei besar meminta soft copy untuk memperbaiki dokumen saya (grammar, bahasa, tapi tidak merubah isi). Saking khawatirnya, amplop saya diganti dan diubah cara penulisan alamatnya, agar terlihat gaya Jepang. Alhamdulillah dokumen berhasil dikirimkan sekretaris Sensei tepat sebelum pukul 5, hari terakhir cap pos.

Jika sebelumnya saya khawatir akan pengisian formulir, apakah bisa selesai sebelum deadline, sejak hari itu pun, saya khawatir akan kemampuan bahasa Jepang saya, sampai waktunya tiba (pengumuman untuk wawancara).

Dan saya pun berasumsi saya akan dapat panggilan dan berusaha keras untuk belajar bahasa Jepang. Selama libur musim dingin, saya tinggal di rumah dan belajar bahasa Jepang setiap hari. Baca buku, nonton anime yang itu-itu saja untuk mnghafal percakapannya, nonton video youtube tentang belajar bahasa Jepang dan persiapan wawancara. Betul-betul super…

Akhirnya,… saat yang dinantikan pun tiba. Saya mendapat surat panggilan wawancara, dalam bahasa Jepang tentunya. Super. Saya belum bisa baca, apalagi memahami. Tetapi karena ada kanji mensetsu dan jadwal, jadi saya berasumsi saya berhasil lolos seleksi dokumen. Terima kasih untuk Sensei. Alhamdulillah.

Seanjutnya menjadi semakin horor,.. hahaha… kalau yang ingin tahu kemampuan bahasa Jepang saya, saya baru mulai belajar bab awal dari buku minna no nihongo 2! Saya berusaha keras mentranslate semua dokumen dan menghafalnya, termasuk mentranslate surat dari yayasan iwatani.

Super.

Sensei merekomendasikan untuk berangkat pagi naik shinkansen, karena wawancaranya siang. Tapi saya tidak PD, karena baru pertama kali ke Tokyo dan naik shinkansen. Saya pun berangkat sehari sebelumnya dengan sedikit drama meninggalkan anak yang nangis… Survey tempat, dan ketemulah h+ building. Juga berusaha cari lokasi aman untuk sholat. Alhamdulillah bisa menginap di tempat teman yang kebetulan suaminya sedang pulang ke Indonesia.01F072FC-26A5-4FDF-B1C4-47C6FFBE31DB.jpeg

Begitulah yang namanya takdir. Suami ke Amerika, adik bisa datang pas waktunya wawancara, sekolah SD diliburkan karena banyak yang influenza, dan dimudahkan untuk menginap di rumah teman. Ini namanya takdir. Jadi berusaha saja untuk bersabar mengikuti jalan takdir. Yang penting selalu berdoa untuk akhir yang terbaik (surga).

Pertanyaan seputar wawancara

Apa saja yang ditanyakan? Pada dasarnya mereka hanya ingin mengkonfirmasi dokumen. Pertanyaannya pun sekitar dokumen. “Nama kamu xxxxxx”, (jikoshokai pun tidak ada), tadinya beasiswa apa, coba ceritakan tentang penelitian kamu, dll.

Up date: Setelah akhirnya saya hanya terpilih sebagai penerima cadangan, karena tidak ada yang mengundurkan diri, saya pun tidak dapat. Pertimbangannya mungkin suami masih menerima beasiswa juga dan bahasa Jepang saya uang kurang fasih. Tetapi kalau kamu masih single dan belum ada beasiswa, beasiswa ini harus dicoba, terutama kalau kamu bisa berbahasa Jepang.

Posted in school | Leave a comment

My first Shinkansen Ride

Shinkansen merupakan kereta super cepat buatan Jepang. Saking cepatnya, sampai kepala saya terasa pusing.. entah pusing karena goncangan atau karena lapar, tepatnya kurang tahu juga,.. hehehe…

35E48361-3C30-431A-AC71-29401B1CA288

011A3E59-36F4-40A8-B999-DE8D70E2F7FANaik dari Kyoto eki, ternyata tidak sulit untuk mercari loket shinkansen. Begitu keluar dari kintetsu gate, langsung menghadap shinkansen gate. Karena saya menggunakan student discount, saya membeli tiket di counter shinkansen. Lumayan sekali diskonnya, terutama untuk reserved seat. Kalau sudah tahu jadwalnya, lebih baik beli reserved seat, karena cuma selisih 1000 yen dari non reserved seat. Kalau dari Kyoto, sudah banyak yang naik dari Shin Osaka. Tetapi dari Tokyo masih sepi karena stasiun pertama, jadi masih kosong non reserved seat nya.

Kereta shinkansen memiliki waktu tempuh 2 jam 21 menit, dari Kyoto ke Tokyo. Kalau naik bis malam sekitar 7 jam. Tetapi harganya memang beda jauh. Bis malam mulai dari 2000 yen-an. Tapi ya banyak sekali yang naik shinkansen, dan keretanya berangkat 10 menitan sekali.

Dari Kyoto ke Tokyo, rekomendasi duduk di sebelah kiri, karena bisa melihat gunung Fuji dengan jelas dan bisa mengambil gambar. Gunungnya memang cantik karena berselimut salju.

39EAF29A-DCA3-4F81-BAF0-2A6C46B7B0B5Kali ini naik shinkansen, pertama karena dibayari, kedua karena tidak ada waktu. Orang lain mungkin kebanyakan juga begitu. Dari Kyoto ke Tokyo, kebanyakan memakai baju resmi, jas. Mungkin urusan pekerjaan ke Tokyo. Dari Tokyo ke Kyoto, baju lebih beragam dan banyak yang kasual.

Di dalam kereta, ada yang jual minuman (mungkin makanan juga). Toiletnya juga bagus. Pintu serba otomatis dan terbuka sendiri.. ndeso ya..

Intinya naik shinkansen seperti naik pesawat pas lewat awan, gronjal-gronjal dan mumet… ini pendapat saya.. (mungkin juga efek lapar dan capek ya.. )

Posted in Kyoto | Tagged , , | Leave a comment