Belajar hidup mandiri di Jepang

Jepang itu negara yang asyik buat jalan-jalan, bagi yang punya banyak uang tentunya, karena di sini apa-apa mahal. Beras dan sayur sama mahalnya dengan harga ikan dan daging, tapi itu yang membuat petani tetap hidup makmur di jepang. Transportasi juga termasuk mahal. Ongkos naik bis umum semahal ongkos taksi di Indonesia.

Hidup di Jepang perlu fisik yang kuat karena orang Jepang harus terbiasa hidup mandiri. Dari kecil sudah dilatih berjalan kaki. Anak-anak SD harus mulai jalan sendiri, meski harus berjalan 30 menit ke sekolah. Setiap tenaga dihargai. Upah segala profesi dipertimbangkan harga per jam nya. Meski hanya pekerjaan kasar, ada biaya upah per jam yang sangat manusiawi. Oleh karena itu, orang jepang rata-rata tidak punya pembantu di rumah. Karena upahnya juga sangat mahal. Kalau upah pembantu di Indonesia 1 juta per bulan, di Jepang 20 juta per bulan. Makanya orang Jepang harus kuat untuk bisa mengurus keluarga tanpa pembantu. Istri banyak yang tinggal di rumah, ibu rumah tangga, atau pekerja paruh waktu. Setelah anak-anak masuk SD dan mulai bisa mandiri, baru mereka mulai memikirkan untuk mencari kerja lagi.

Pekerja di kantor juga sudah terbiasa lembur. Sensei di Jepang biasa kerja sampai malam dan tetap masuk meski hari libur.

Waktu sekolah TK adalah waktu menikmati masa kecil. Anak-anak bebas bermain, meski dilatih mandiri untuk ke toilet, makan sendiri, gosok gigi, dan budaya Jepang. Tetapi setelah masuk SD, mereka harus mulai belajar bersih-bersih sekolah saat jam istirahat siang, membantu menyiapkan makan siang di sekolah, dan mengerjakan PR setiap hari. Semakin tinggi tingkatnya, semakin banyak PR.

Anak sekolah SMP, mulai ada pelajaran les tambahan setelah sekolah, yang biayanya cukup mahal. Selain itu juga ada kegiatan ekstrakurikuler. Setelah SMA, pelajaran semakin berat. Anak-anak harus belajar giat karena ujian masuk universitas sangat berat. Untuk masuk SMA yang bagus, sebagai persiapan masuk universitas, biayanya sangat mahal. Biasanya orang Jepang tidak punya banyak anak karena ingin yang terbaik buat anaknya sedangkan biaya sekolah lanjutannya sangat mahal. Meskipun demikian, untuk orang yang tidak mampu, mendapat subsidi dari pemerintah untuk bersekolah.

Orang luar yang tidak dibesarkan di Jepang butuh waktu untuk beradaptasi dengan kehidupan Jepang yang sangat melelahkan. Jepang itu memang menyenangkan untuk jalan-jalan, tapi tidak untuk tinggal lama-lama…

Tapi harus diperhatikan, di rumah makan atau warung makan di jepang, seringkali pembeli harus meletakkan piring kotor ke tempat yang disediakan dan merapikan mejanya sendiri. Di dalam bis, harus membayar dengan uang pas atau membeli tiket sendiri. Bis tidak bisa berhenti di sembarang tempat, jadi seringkali harus berjalan jauh untuk sampai ke tempat tujuan. Tidak ada angkutan umum yang bisa berhenti di mana saja, ojek juga tidak ada. Di dalam angkutan umum tidak boleh berisik, telfon genggam harus di silent, tidak boleh menerima telfon. Budaya antri juga sangat tertib. Saat mengantri di kasir, mau masuk angkutan umum, juga saat naik eskalator. Di eskalator juga tidak boleh berdiri sembarangan. Ada jalur untuk orang berjalan dan jalur untuk orang yang tidak mau jalan. Ya, ya,.. banyak sekali aturan di Jepang, meskipun orang Jepang tidak mempermasalahkan penggunaan tangan kanan/kiri untuk makan/minum/menulis/ memberikan sesuatu ke orang lain,… tidak ada ajaran untuk cebok dengan air atau tisu untuk anak laki-laki setelah buang air kecil, .. juga tidak mempermasalahkan bersuara keras saat menyeruput kuah mie ramen atau udon.

Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s