Beasiswa Iwatani

Buat yang ingin sekolah di Jepang, atau melanjutkan sekolah (study extension) di Jepang, beasiswa Iwatani merupakan salah satu beasiswa yang boleh dicoba. Dan saya mencobanya karena memang kepepet, karena beasiswa mombusho saya sudah mau habis 😪

Pertama kali melihat pengumuman beasiswa ini (sekitar November, dan deadline bulan Desember), terlihat menyeramkan karena semua dokumen berbahasa jepang dengan kanjinya yang mengerikan, ada 5 formulir yang harus diisi. Selain itu, disebutkan juga bahwa pelamar harus bisa berbahasa Jepang.

Menariknya, kualifikasi kemampuan berbahasa jepang, tidak membutuhkan JLPT (Japanese language proficiency test), tapi cukup penilaian pribadi akan kemampuan berdialog dalam bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari (nihon go de nichi jou). Dari skala 1-5, saya pun melingkari 3. Tidak terlalu jelek, tapi mahir pun tidak… 😬

Ini yang membuat saya akhirnya memberanikan diri dalam melanjutkan perjuangan untuk mengisi aplikasi. Semangat!

Saya translate dokumennya dan berusaha untuk mengisi. Form no.1 harus ditulis sendiri, saya pun menulis tangan. Untungnya form 2-4 boleh pakai komputer. Form 5, rekomendasi dari Sensei/ supervisor. Alhamdulillah ada staf gakuseika yang membantu mengoreksi juga. Tidak lupa saya juga minta bantuan Sensei-Sensei. Terakhir sekali, Sensei besar meminta soft copy untuk memperbaiki dokumen saya (grammar, bahasa, tapi tidak merubah isi). Saking khawatirnya, amplop saya diganti dan diubah cara penulisan alamatnya, agar terlihat gaya Jepang. Alhamdulillah dokumen berhasil dikirimkan sekretaris Sensei tepat sebelum pukul 5, hari terakhir cap pos.

Jika sebelumnya saya khawatir akan pengisian formulir, apakah bisa selesai sebelum deadline, sejak hari itu pun, saya khawatir akan kemampuan bahasa Jepang saya, sampai waktunya tiba (pengumuman untuk wawancara).

Dan saya pun berasumsi saya akan dapat panggilan dan berusaha keras untuk belajar bahasa Jepang. Selama libur musim dingin, saya tinggal di rumah dan belajar bahasa Jepang setiap hari. Baca buku, nonton anime yang itu-itu saja untuk mnghafal percakapannya, nonton video youtube tentang belajar bahasa Jepang dan persiapan wawancara. Betul-betul super…

Akhirnya,… saat yang dinantikan pun tiba. Saya mendapat surat panggilan wawancara, dalam bahasa Jepang tentunya. Super. Saya belum bisa baca, apalagi memahami. Tetapi karena ada kanji mensetsu dan jadwal, jadi saya berasumsi saya berhasil lolos seleksi dokumen. Terima kasih untuk Sensei. Alhamdulillah.

Seanjutnya menjadi semakin horor,.. hahaha… kalau yang ingin tahu kemampuan bahasa Jepang saya, saya baru mulai belajar bab awal dari buku minna no nihongo 2! Saya berusaha keras mentranslate semua dokumen dan menghafalnya, termasuk mentranslate surat dari yayasan iwatani.

Super.

Sensei merekomendasikan untuk berangkat pagi naik shinkansen, karena wawancaranya siang. Tapi saya tidak PD, karena baru pertama kali ke Tokyo dan naik shinkansen. Saya pun berangkat sehari sebelumnya dengan sedikit drama meninggalkan anak yang nangis… Survey tempat, dan ketemulah h+ building. Juga berusaha cari lokasi aman untuk sholat. Alhamdulillah bisa menginap di tempat teman yang kebetulan suaminya sedang pulang ke Indonesia.01F072FC-26A5-4FDF-B1C4-47C6FFBE31DB.jpeg

Begitulah yang namanya takdir. Suami ke Amerika, adik bisa datang pas waktunya wawancara, sekolah SD diliburkan karena banyak yang influenza, dan dimudahkan untuk menginap di rumah teman. Ini namanya takdir. Jadi berusaha saja untuk bersabar mengikuti jalan takdir. Yang penting selalu berdoa untuk akhir yang terbaik (surga).

Pertanyaan seputar wawancara

Apa saja yang ditanyakan? Pada dasarnya mereka hanya ingin mengkonfirmasi dokumen. Pertanyaannya pun sekitar dokumen. “Nama kamu xxxxxx”, (jikoshokai pun tidak ada), tadinya beasiswa apa, coba ceritakan tentang penelitian kamu, dll.

Up date: Setelah akhirnya saya hanya terpilih sebagai penerima cadangan, karena tidak ada yang mengundurkan diri, saya pun tidak dapat. Pertimbangannya mungkin suami masih menerima beasiswa juga dan bahasa Jepang saya uang kurang fasih. Tetapi kalau kamu masih single dan belum ada beasiswa, beasiswa ini harus dicoba, terutama kalau kamu bisa berbahasa Jepang.

Advertisements
This entry was posted in school. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s